Berhati-hatilah dalam berkata dan berbuat..

Berhati-hatilah dalam berkata dan berbuat..

rahasia se-ke-rip-si ibu X)

serbaserbisiraya:

Bismillah.. jadi inget cerita ibu :’) ibu suka cerita ttg topik ini terus soalnya:

Dulu, ibu jd asdos favorit para dosennya, karna ‘katanya’, katanya doang si, murah senyum & cerdas berdiskusi. alhasil pd naksir. hayaah, sedikit gak nerima cerita ini, abisnya ibu ngomongnya sambil senyamsenyum jail -.-“

prediksi aku sih, itu mah ibunya aja yg suka sksd, aktif nanya walo ga penting. kepo tingkat awal, tapi alhamdulillah dicap baik oleh dosennya. ditawarin kerja & disuruh s2. tapi apa daya, wkt itu sudah menikah dan sedang hamil anak pertama (baca: saya), membuat bapak jd jealous.  

Dulu, seumurku ini, pas kuliah tingkat akhir, berat badan ibu paling berat 40kg. wooo.. kebayang sekerempeng apa coba? ckck tp karna pk kerudung (dulu bahannya tebel2), pake ransel, dan sepatu wedges, klo naik timbangan bisa 45 kg kali x) hahaha bodor amet.

Dulu, saking giat pingin ngejar cum-laude, ibu memanfaatkan teman-temannya. *ups* maksudnya memaksimalkan networkingnya. karna sebelum nikah, udah ada beberapa laki yg propose ke ibu. alhasil, dibagi-bagi tugas lah, yg itu bantuin cari data, yg inu bantuin cari literature, dan bapak kebagian suruh writing hasil tulisan ibu. bagus strateginya, pas sidang, ibu ditemenin sama yg mana ya? *lupananya* eh pas wisuda gmn hayoh *ketauan*

inti ceritanya, pas ibu skripsi, yg banyak bantuin nulis skripsinya itu bapak. karna jaman dulu komputer susah dicari & mahal, jd mumpung bpk anak IT, begitulah, bermanfaat bagi sesama :p ada ada saja, jd kalo ditanya, yg masih ingett benget ttg topik skripsi ibu adalah BAPAK. hahaha. cinta cinta..

setelah lulus dan mau memutuskan siapa yg jd pendamping ibu, sebenernya ibu masih blm serius. msh suka dapet surat cinta dr dosen2nya, msh ditanggepin juga. haha. didalem amplop, kadang suka ada yg nyelipin uang jajan, tiket kereta, ato sekedar bunga. tapi bapak, beda.. haha. bukan surat cinta biasa, tp..*secret* :P hayaah, senyum-senyum sendiri kan ini nulisnya. andai saja, bisa dapet bapak *loh

edisi kangen ibu & bapak :”) ibu lg dibogor, pameran.. bapak & adik2 lg otw ke Jawa.. dan helga, lg sama kucing & bibi dirumah.. aku disini, dikamar sendiri.. smoga Allah selalu menyatukan hati kita semua.. love ya <3 :’) slg doakan trs ya.. regards, hanna.

Hahahaha

Logika

Premis 1: Jodoh sudah ditentukan Tuhan.

Premis 2: Laki-laki yang baik akan menikah dengan perempuan yang baik.

Ergo: Elu jangan jadi laki-laki brengsek karena kalau lu brengsek ada perempuan di luar sana yang udah ditulis jadi jodoh lu harus ikut-ikutan jadi brengsek.

tumbr1:


Larangan Memukul Anak Kecil yang Sedang Menangis Rasulullah SAW bersabda&#160;: Janganlah kamu memukul anak- anak kamu di sebabkan mereka menangis dalam masa setahun. Karena pada empat bulan pertama kelahirannya Ia bersyahadat LAA ILAAHA ILLALLAH. Pada empat bulan kedua pula ia berselawat ke atas Nabi SAW Dan pada empat bulan seterusnya pula ia mendoakan kedua ayah bunda nya. ( H.R. Abdullah Ibnu Umar r.a. ) Baginda Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tangisan anak di waktu kecil pada bulan pertama adalah tanda ia bertauhid kepada Tuhan Nya dan empat bulan kedua pula ia membacakan selawat kepada Nabi nya dan empat bulan seterus nya ia memohon istighfar untuk kedua ayah bunda nya. Rasulullah SAW Bersabda&#160;: Anak-anak sebelum sampai ia baligh maka apa-apa yang di perbuat nya daripada kebaikan maka di tuliskan untuknya dan kedua ibu bapaknya. Dan apa yang di perbuat nya daripada kejahatan maka tiadalah di tulis untuk nya dan tidak pula di tulis untuk kedua ibu bapaknya. Apabila ia telah baligh maka berlakulah yang di tulis itu atasnya ia itu segala amal baik atau buruknya. ( H.R. Imam Anas bin Malik r.a.) Sabda Rasulullah SAW&#160;; “Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada.” (HR. Muslim)
 Semoga Bermanfaat..

tumbr1:

Larangan Memukul Anak Kecil yang Sedang Menangis

Rasulullah SAW bersabda : Janganlah kamu memukul anak- anak kamu di sebabkan mereka menangis dalam masa setahun. Karena pada empat bulan pertama kelahirannya Ia bersyahadat LAA ILAAHA ILLALLAH. Pada empat bulan kedua pula ia berselawat ke atas Nabi SAW Dan pada empat bulan seterusnya pula ia mendoakan kedua ayah bunda nya. ( H.R. Abdullah Ibnu Umar r.a. )

Baginda Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tangisan anak di waktu kecil pada bulan pertama adalah tanda ia bertauhid kepada Tuhan Nya dan empat bulan kedua pula ia membacakan selawat kepada Nabi nya dan empat bulan seterus nya ia memohon istighfar untuk kedua ayah bunda nya.

Rasulullah SAW Bersabda :

Anak-anak sebelum sampai ia baligh maka apa-apa yang di perbuat nya daripada kebaikan maka di tuliskan untuknya dan kedua ibu bapaknya.

Dan apa yang di perbuat nya daripada kejahatan maka tiadalah di tulis untuk nya dan tidak pula di tulis untuk kedua ibu bapaknya. Apabila ia telah baligh maka berlakulah yang di tulis itu atasnya ia itu segala amal baik atau buruknya. ( H.R. Imam Anas bin Malik r.a.)

Sabda Rasulullah SAW ;
“Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada.” (HR. Muslim)


Semoga Bermanfaat..

Tulisan : Jodoh dan Kualitas

kurniawangunadi:

Jodoh bukanlah tentang siapa dia, tapi bagaimana aku - nn

____________________________________________________

Ini menarik, Allah tidak mengatakan secara langsung dalam Al Quran yang mulia bahkan Nabi dengan hadistnya yang menyatakan bahwa jodoh kita telah ditulis berupa nama seseorang. Bahwa Fulan akan berjodoh dengan Fulanah.

Beberapa dari kita juga ramai membicarakan tentang memperbaiki kualitas diri tanpa tahu apa yang mendasarinya. Bermodal yakin pada sebuah janji Allah saja. Bahwa perempuan baik-baik akan berjodoh dengan laki-laki baik-baik dan sebaliknya. Tanpa mempertimbangkan lagi dan bertanya, seperti apa penilaian dan kriteria baik tersebut menurut Allah.

Meski kita telah berupaya menghapalkan aneka surat dalam quran, shalat wajib dan sunah. Puasa senin-kamis. Apakah kita telah dinilai seorang yang teramat baik sehingga kita pantas mendapatkan seorang bidadari atau seorang pangeran?

Itulah yang Allah rahasiakan, bagaimana cara Allah memasangkan hamba-hamba-Nya. Seperti pada pembuka tulisan, tak satupun dari kalimat quran dan hadist yang mengatakan bahwa jodoh telah ditetapkan berupa seseorang dengan seseorang.

Allah menjodohkan “kualitas”.

Mari saya ajak bertamasya pikiran ala kurniawangunadiologi.

Fyi, saya termasuk orang yang percaya bahwa kalimat al quran akan dipahami orang secara berbeda-beda tergantung pada kadar iman dan kadar ilmunya. Serta tujuannya.


QS An Noor ayat 3

Laki-laki berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.

QS An Noor ayat 26

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula). dan wanita-wanita baik-baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik-baik (pula). ……

Perhatikan, Allah memasangkan kualitas

Pezina/Musyrik «——» Pezina/Musryik

Keji «——» Keji

Baik-baik «——» Baik-baik

Mukmin «——» Mukmin

Mari kita perhatikan kode dari Allah ini. Dalam banyak kasus di masyarakat kita. Kita menjumpai ada seorang perempuan yang baik tapi suaminya jahat amit-amit jabang bayi.

Kita juga mendapati ada seorang laki-laki yang maaf
( cacat secara fisik baik itu pendek, dsb ) tapi mendapatkan perempuan yang normal dan baik.

Anomali kan ? itulah Allah yang maha rahasia. Cara kerja Allah tidak pernah bisa dipahami dengan logika manusia bukan? Karena logika kita sendiri diciptakan oleh-Nya.

Mari lagi-lagi saya ajak bertamasya pikiran.

Allah mengajarkan kita melalui berbagai anomali, jika kita dilahirkan normal dengan keadaan fisik yang sempurna. Mengapa harus ada yang lahir cacat padahal Allah bisa dengan mudah melahirkan mereka dalam keadaan yang sama seperti kita. Jawabannya : agar kita berpikir - belajar - memahami.

Sama pula dengan jodoh tadi.

Allah sama sekali tidak mengatakan bahwa Kurniawan Gunadi akan berjodoh dengan siapa misalnya. Tapi yang dijodohkan adalah kualitas kurniawan gunadi saat ini berjodoh dengan kualitas seorang perempuan di seberang sana.

KUALITAS !

Nah, yang udah sering bicara tentang meningkatkan kualitas diri.

Ada satu hal yang sekali lagi harus dipahami dengan tepat dan dalam. Bahwa ukuran kualitas kita bukanlah kita yang menilai, tapi Allah. Dan kualitas itu saya pahami diukur secara menyeluruh. Total.

Bisa jadi kamu adalah perempuan yang amat sangat menutup aurat - tilawahnya bagus - hapalannya banyak dan segala kebaikan lainnya tapi Allah menjodohkanmu pada seorang laki-laki yang sebaliknya, hafalannya buruk - bacaan qurannya kurang lancar - suka melamun.

Lantas, apakah kamu serta merta menolak semua “takdir” itu. Maka seperti melihat sebuah daun, jika orang kebanyakan hanya melihat daun dari tampak atas, mari kita lihat daun dari bahwa dimana tulang-tulang daun begitu menonjol, permukaan yang lebih kasar daripada permukaan atasnya.

Allah menjodohkan kualitas itu secara total. Apakah kamu melihat bahwa laki-laki tadi memiliki kebaikan dalam sisi yang lain. Laki-laki tersebut amat bertanggung jawab pada hidupmu. Yang setiap bertemu pada ayah-ibumu perkataannya lembut dan selalu mencium tangan mereka.

Sama halnya pada laki-laki sok idealis yang menginginkan istri layaknya Khadijah r.a. Apakah dia telah sepadan dengan Nabi SAW?

Jika perempuanmu ini tidak pintar memasak, pencemburu yang amat sangat, cerewet dan sangat teliti. Agamanya belum baik, bahkan mungkin tingkat pendidikan formalnya jauh dibawahmu. Atau gara-gara perempuan tersebut belum menutup aurat dgn baik, belum berkerudung seperti harapanmu misalnya. Apakah kamu sebagai laki-laki serta merta menolak semua itu. Tanpa mau sedikitpun melihat kualitasnya yang lain. Dia yang sangat menyayangi anak-anak, dengan ketelitian dan cerewetnya dia selalu mengingatkanmu dalam hal-hal baik. Dia tidak bisa memasak bukan sebuah masalah besar bukan ? Kamu tetap masih bisa makan.

Ingat saja Allah itu bilang, Arrijalu Qowwamuna ‘Alannisa | (QS. An Nisa : 34). Kalian (laki-laki) sengaja diciptakan untuk menjadi pemimpin bagi mereka (perempuan), maka jadilah pemimpin yang baik, yang melindungi, yang membimbing, yang bijak. Pemimpin yang baik juga harus mendengarkan orang yang dipimpinnya ! Bukan begitu?

Soal kualitas, itulah. Kita harus melihat kualitas jodoh kita nanti secara menyeluruh, bukan secara parsial. Manusia jenis kita ini lebih suka melihat seseorang dari sisi buruknya lantas dengan itu kita menggugurkan segala sisi baiknya.

Kita tentu memiliki kriteria masing-masing dan tentang seperti apa jodoh yang kita harapkan. Ya itu manusiawi.

Mari kita perbaiki kualitas diri kita dan tetaplah berpegang teguh pada satu keyakinan. Bahwa jodoh kita nanti adalah orang yang kualitas totalnya setara dengan kita. Kualitas yang Allah nilai, bukan yang manusia nilai.

Terus ada yang tanya, gimana kalau cerai ? Berpikir balik saja, berarti kualitas mereka tidak lagi setara. Suami-istri tidak mampu mempertahankan kesetaraan kualitas secara bersama. Cerai adalah ketika kualitas keduanya jurangnya sudah terlampau jauh. Pernikahan adalah sebuah lembaga bagi suami-istri untuk saling dan sama-sama meng-upgrade kualitas nya. Bukan hanya salah satu :)

Gimana kalo membujang sampai mati ? Ada 2 kasus: pertama orang yang sengaja men-single-kan diri. Menolak menikah tanpa alasan yang logis seperti sakit keras, menderita sakit menular, dan sebegainya. Telah jelas bahwa mungkin Allah melihat bahwa kualitas dirinya telah jatuh hingga tak satupun perempuan/laki2 di muka bumi ini yang kualitasnya sama dengannya. Nabi sendiri mengatakan bahwa, tidak termasuk umatnya bagi orang yang membenci sunahnya. Kasus kedua, orang yang tak kunjung bertemu jodohnya meski telah berusaha mencari tapi tidak ketemu-ketemu sampai mati. Karena hukum nikah itu bukan fardhu’ain. Allah lebih memahami perkara ini, saya sendiri belum menemukan pemahaman yang tepat mengenai anomali yang satu ini. Bisa jadi Allah mempersiapkan untuknya yang lain di akhirat sebagai pengganti atas keimanannya dan ketaqwaannya. Atau wallahu’alam. Semoga Allah melindungi saya dari dosa atas jawaban yang seenaknya ini.

Allah merahasiakan jodoh agar kita mengusahakannya kan? Kita mau ngambil dengan jalan halal atau haram, kitalah yang pilih. Jodoh tidak akan tertukar, karena seolah-olah kita sendirilah yang “menentukan” keputusan Allah tersebut.

Manusia seperti kita ini sejak lahir telah diilhami untuk memilih jalan baik atau buruk. Saya pernah mengatakan bahwa pacaran tidak serta merta membuat jodoh itu dekat,pun jomblo tidak akan membuat jodohmu menjadi jauh.

Ingat sekali lagi. Jodoh bukanlah perkara pasangan nama, namun pasangan kualitas. Selamat memperbaiki diri. :D

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. (Mengapa?) Allah maha mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Albaqarah: 216).

Bandung, 9 Mei 2013

Menghafal Quran agaknya bukan membutuhkan waktu yang lapang, melainkan (lebih sering) membutuhkan hati yang lapang. Karena kalau mencari waktu lapang, susah ketemunya.

untuk kita yang punya segudang alasan (via ysgunawan)

jadi inget di pesantren 4 tahun yang lalu

Aku Menjatuhkan Cinta pada Kesunyian

kurniawangunadi:

Cinta pada kesunyian membuat kita menikahi kesepian.

Aku percaya bahwa setiap manusia itu mempunyai pasangan yang sudah ditetapkan. Mungkin dengan mengalami jatuh cinta pada kesunyian kita akan lebih bisa merasakan jatuh cinta pada keceriaan yang berbagi kesedihan.

Hidup sendiri itu tidak masalah mungkin, hanya saja hidup berdua itu lebih menarik.

Seluruh isi dunia diciptakan berpasangan, maka adalah suatu kebodohan untuk memilih hidup sendirian tanpa alasan yang logis.

Seperti semua yang memiliki proses dan fasenya tersendiri.

Faseku masih dalam bagian itu. Sendiri.

Badai Otak 0108

Termakna Romantis

serbaserbisiraya:

jurnalramadhan:

Romantis adalah ketika kata tak perlu terucap, hanya mata saling tatap, dan kita tahu cinta menggelora bagai samudra.

Romantis adalah Ali yang dimarahi Fatimah, terkunci tak bisa masuk rumah saat pulang. Lalu tidur di serambi masjid berlumur debu.

Romantis adalah seperti Khadijah yang tak bertanya melihat suaminya pulang gemetaran, takut, menggigil. Hanya memahami, hanya menyelimuti.

Romantis adalah ada dua pilihan bertemu cinta: jatuh dan bangun. Padamu kupilih yang kedua, agar cinta jadi istana, tinggi gapai surga.

Romantis adalah “Sebelum menikah denganmu, aku pernah mencintai seseorang,” kata Fatimah. “Siapa?” tanya Ali. “Engkau,” jawab Fatimah.

Romantis adalah saat Muhammad Saw dijemput kematian, dalam rintihan cinta paling tulus ia berucap, “Umatku, umatku, umatku…”

(Salim A. Fillah dalam Menyimak Kicau Merajut Makna)

so touching :”)

takut, Ya Alloh jauhkan hati ini dr rasa sombong atau angkuh :’{ sedikitpun aku tak pantas memiliki rasa itu. semua milikMu, bebas Kau ambil kapan saja.

kecil sekali diri ini (via serbaserbisiraya)

'Ala Kulli Hal... Alhamdulillah...: Jangan Percuma

utinilamsari:

oleh: Ahmad Fuady

Saat pertama kali saya ke luar negeri karena mendapat fellowship studi riset, Ayah saya cemas luar biasa. Bukan karena saya tak punya uang, tapi lebih karena Ayah tak pernah melihat saya bicara dengan bahasa Inggris di rumah. Kecemasan itu lantas membuat kesehatannya turun…

kepada perempuan

yosayaulia:

kualitas taatmu kepada ayahmu saat ini adalah cerminan taatmu pada suami kelak. baktimu pada ibumu saat ini adalah cerminan baktimu pada ibu (suami)mu kelak.

-ntms